Kamis, 15 Maret 2012

DEPRESIASI/ PENYUSUTAN

Depresiasi atau penyusutan dalam akutansi adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya. Penerapan depresiasi akan memengaruhi laporan keuangan, termasuk penghasilan kena pajak suatu perusahaan.
Metode yang paling mudah dan paling sering digunakan untuk menghitung penyusutan adalah metode penyusutan garis lurus (straight-line depreciation). Tapi selain itu, ada pula metode penghitungan lain yang bisa juga digunakan, seperti metode penyusutan dipercepat, penyusutan jumlah angka tahun, dan saldo menurun ganda.

1. Metode Garis lurus
          Aktiva tetap dalam akuntansi adalah aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.
Jenis aktiva berwujud ini biasanya dibeli untuk digunakan dalam operasional dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali. Contoh aktivat tetap antara lain adalah properti, bangunan, pabrik, alat-alat produksi, mesin, kendaraan bermotor, furnitur, perlengkapan kantor, komputer, dan lain-lain. Kecuali tanah atau lahan, aktiva tetap merupakan subyek dari depresiasi atau penyusutan.
Pada umumnya, banyak perusahaan menggunakan dasar perhitungan penyusutan menggunakan metode garis lurus karena dianggap mudah dan sederhana. Rumus perhitungan penyusutan metode garis lurus adalah sebagi berikut :

Harga Perolehan (harga beli) / (umur ekonomis x 12 bulan)

Misal :
Harga perolehan aktiva adalah Rp. 1.000.000,-
Umur ekonomis aktiva adalah 5 tahun
Maka perhitungan besarnya penyusutan aktiva per bulan adalah :
Rp. 1.000.000,- / (5 x 12)
= Rp. 1.000.000,- / 60
= 16666.666666666666666666666666667

2. Metode Saldo Menurun Ganda
             Metode penyusutan saldo menurun ganda (double declining balance method) menghasilkan perhitungan beban penyusutan periodik yang semakin menurun selama estimasi masa manfaat aset tetap. Tingkat penyusutan metode saldo menurun ganda dihitung dengan menggandakan tingkat penyusutan metode garis lurus.

Sebagai ilustrasi, diasumsikan sebuah aset tetap memiliki masa manfaat selama empat tahun. Nilai perolehan aset sebesar Rp 10 juta dengan nilai sisa pada akhir tahun kempat sebesar Rp 1 juta. Maka depreciable cost atau biaya perolehan aset tetap yang dapat disusutkan adalah sebesar Rp 9 juta.
Tingkapenyusutan per tahun :
Tingkat penyusutan metode saldo menurun ganda
= tingkat penyusutan metode garis lurus X 2
= (1/4) X 2
= 25% X 2
= 50%
Untuk tahun pertama, biaya penyusutan diperoleh dengan menghitung biaya perolehan aset tetap dikalikan dengan tingkat penyusutan saldo menurun ganda. Contoh biaya penyusutan tahun pertama adalah sebesar Rp 10 juta dikalikan 50%, atau sebesar Rp 5 juta.
Setelah tahun pertama, biaya penyusutan per tahun diperoleh dengan menghitung nilai buku aset tetap, yaitu biaya perolehan aset tetap dikurangi akumulasi penyusutan tahun bersangkutan, untuk kemudian dikalikan dengan tingkat penyusutan saldo menurun ganda. Contoh biaya penyusutan tahun kedua adalah sebesar (Rp 10 juta – Rp 5 juta) dikalikan 50%, atau sebesar Rp 5 juta dikalikan 50% atau sama dengan Rp 2,5 juta.
ThBiaya PerolehanAkumulasi Penyusutan pada Awal TahunNilai Buku pada Awal TahunTingkat Saldo Menurun GandaPenyusutanNilai Buku pada Akhir Tahun
110.000.000010.000.00050%5.000.0005.000.000
210.000.0005.000.0005.000.00050%2.500.0002.500.000
310.000.0007.500.0002.500.00050%1.250.0001.250.000
410.000.0008.750.0001.250.000-250.0001.000.000
Catatan penting :
Berbeda dengan cara perhitungan metode garis lurus, pada proses perhitungan biaya penyusutan menggunakan metode saldo menurun ganda, nilai sisa tidak diperhitungkan. Jadi biaya penyusutan tahun pertama adalah Rp 10 juta X 50%, bukan (Rp 10 juta – Rp 1 juta) X 50%.
Akan tetapi, pada tahun akhir, aset tetap tidak perlu disusutkan di bawah nilai sisa. Dalam contoh di atas, penyusutan tahun keempat adalah Rp 250.000 (nilai buku pada awal tahun – nilai sisa = Rp 1.250.000 – Rp 1.000.000 = Rp 250.000), bukan Rp 625.000 (Rp 1.250.000 X 50% = Rp 625.000).
Dalam contoh di atas, asumsi sederhana yang digunakan adalah bahwa aset tetap tersebut diperoleh dan digunakan mulai awal tahun pertama (1/Jan).
Contoh jika diasumsikan bahwa aset tetap mulai diperoleh pada 1/April :
ThBiayaPerolehanAkumulasi Penyusutan pada Awal TahunNilai Buku pada Awal TahunTingkat Saldo Menurun GandaPenyusutanNilai Buku pada Akhir Tahun
1 (9/12)10.000.000010.000.00050%3.750.0006.250.000
210.000.0003.750.0006.250.00050%3.125.0003.125.000
310.000.0006.875.0003.125.00050%1.562.5001.562.500
410.000.0008.437.5001.562.500-562.5001.000.000
5 (3/12)10.000.0009.000.0001.000.000--1.000.000

3. Metode Angka - Angka Tahun
          Konsepnya sama dengan metode saldo menurun, yaitu aktiva tetap masih baru jumlah depresiasinya besar, kemudian makin lama makin kecil.
          

Angka tahun dapat dihitung dengan menggunakan :

Rumus = N (N+1)/2

Nilai sisa dapat digunakan dalam perhitungan.


Ilustrasi : PEMBELIAN AWAL TAHUN
CV. Bawal membeli mesin foto copy seharga Rp. 10.000.000 umur 4 tahun pada tanggal 3 Januari 2006.
Jawab :
Jumlah angka tahun = 4+3+2+1 = 10
Depresiasi 2006 = 4/10 x Rp. 10.000.000 = Rp. 4.000.000

Jurnal pada akhir tahun 2006 :

D : Beban Depreasiasi- Mesin Foto Copy Rp. 4.000.000
K : Akumulasi Depresiasi- Mesin Foto Copy=====Rp.4.000.000

Depresiasi 2007 = 3/10 x Rp. 10.000.000 = Rp. 3.000.000

Jurnal pada akhir tahun 2007 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Foto Copy Rp. 3.000.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Foto Copy==== Rp. 3.000.000

Depresiasi 2008 = 2/10 x Rp.10.000.000 = Rp. 2.000.000

Jurnal pada akhir tahun 2008 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Foto Copy Rp. 2.000.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Foto Copy==== Rp. 2.000.000

Depresiasi 2009 = 1/10 x Rp. 10.000.000

Jurnal pada akhir tahun 2009 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Foto Copy Rp. 1.000.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Foto Copy==== Rp.1.000.000


Ilustrasi : PEMBELIAN TAHUN BERJALAN
Pada tanggal 19 Mei 2008, PT Belanak membeli Mesin Es Krim seharga Rp.24.000.000 dengan umur 4 tahun.

Depresiasi 2008 = 4/10 x 7/12 x Rp. 24.000.000 = Rp.5.600.000

D : Beban Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 5.600.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Es Krim==== Rp. 5.600.000

Depresiasi 2009 = 4/10 x 5/12 x Rp. 24.000.000 = Rp. 4.000.000
3/10 x7/12 x Rp. 24.000.000 = Rp. 4.200.000

Jurnal pada akhir tahun 2009 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 8.200.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Es Krim==== Rp. 8.200.000

Depresiasi 2010 = 3/10 x 5/12 x Rp. 24.000.000 = Rp. 3.000.000
= 2/10 x 7/12 x Rp. 24.000.000 = Rp.2.800.000

Jurnal pada akhir tahun 2010 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 5.800.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Es Krim==== Rp 5.800.000

Depresiasi 2011 = 2/10 x 5/12 x Rp. 24.000.000= Rp 2.000.000
= 1/10 x 7/12 x Rp. 24.000.000 = Rp.1.400.000

Jurnal pada akhir tahun 2011 :

D: Beban Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 3.400.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Es Krim==== Rp. 3.400.000

Depresiasi 2012 = 1/10 x 5/12 x Rp. 24.000.000 = 1.000.000

Jurnal pada tanggal 31 Mei 2012

D: Beban Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 1.000.000
K: Akumulasi Depresiasi-Mesin Es Krim=== Rp.1.000.000


Sumber :  id.wikipedia.org/wiki/Depresiasi
                  http://www.resumeakun.com/2009/01/depresiasi-metode-angka-tahun.html





Jumat, 13 Januari 2012

Jenis - Jenis Bank Di Indonesia Dan Contohnya


1.Bank Umum
Yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional danatau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.Dilihat dari segi kepemilikannya:Jenis bank dilihat dari segi kepemilikannya terdiri dari :

1.Bank Pemerintah
Bank dimana pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah,sehingga keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah pula.

2.Bank Milik Swasta Nasional
Bank dimana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional sertaakte pendirianpun didirikan oleh swasta, pembagian keuntungannya jugauntuk swasta nasional. Bank milik swasta nasional terdiri dari:

1 Bank Milik Koperasi,
 bank dimana kepemilikan saham-sahamnyadimiliki oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Contohnyaadalah Bank Umum Koperasi Indonesia.
2 Bank Milik Asing,
merupakan bank cabang dari bank yang ada di luarnegeri yang kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri.
3 Bank Milik Campuran,
merupakan bank yang dimiliki oleh pihakasing dan pihak swasta nasional. Kepemilikan saham mayoritas dipegang oleh warga negara Indonesia.

Jenis Bank Dilihat dari segi statusnya. Bank terdiri dari :
   a.    Bank Devisa
Merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi keluar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secarakeseluruhan. Pernyataan untuk menjadi bank devisa ini ditentukanoleh Bank Indonesia.
   b.   Bank Non Devisa
Merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapatmelaksanakan transaksi seperti halnya bank devisa.

2. Bank syariah
Dalam mencari keuntungan dan menetapkan harga berdasarkan prinsipsyariah, yaitu pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasar pada prinsip penyertaan modal (musyarakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah),dan pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah).Sedang penentuan biaya jasa bank lainnya juga sesuai dengan Syariah Islamdan sebagai dasar hukumnya adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rosul.

3. Bank Sentral
Bank yang didirikan berdasarkan Undang - Undang No.13 Tahun 1968yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahandana- dana, mengatur perbankan , mengatur perkreditan, menjaga stabilitasmata uang, mengajukan pencetakan atau penambahan mata uang rupiahdan lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia.

Kamis, 12 Januari 2012

Tugas dan Fungsi Bank Sentral (BI)


Bank sentral (BI) di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.Di Indonesia, fungsi bank sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia.Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.

Tugas bank sentral:
Menjaga stabilitas sistem keuangan pada tingkat nasional dan internasional merupakan masalah penting bagi bank sentral dan pemerintah karena biaya ekonomi makro berpotensi utama dari gangguan pada sistem keuangan.
kepentingan Bank Sentral dalam berfungsi penuh sistem keuangan berasal dari peran penting bahwa sistem keuangan, terutama bank, bermain dalam kebijakan moneter. Gangguan dalam sistem keuangan dapat menunda atau menghambat impuls transmisi kebijakan moneter ke ekonomi riil. harga gelembung Aset atau ledakan kredit dapat merusak dasar bagi stabilitas harga pada pertengahan untuk jangka panjang. Keyakinan dalam mata uang dan di viabilitas fungsional dari sistem keuangan itu pergi tangan-di-tangan dan saling bergantung.
Akhirnya, bank sentral juga tertarik dalam pengembangan sistem keuangan karena kebutuhan individu pelaku pasar keuangan untuk likuiditas dapat naik tiba-tiba dan tajam dalam menghadapi guncangan dan ketidakseimbangan. Di pasar keuangan terintegrasi, seperti kekurangan likuiditas dapat menular dengan cepat dan, terutama jika mereka mencapai pelaku pasar secara sistemik penting, memiliki pengaruh negatif terhadap sistem keuangan secara keseluruhanSebagai satu-satunya sumber uang bank sentral, bank sentral mungkin telah memainkan peran penting dalam menyelesaikan krisis keuangan, namun, sampai saat ini Bundesbank tidak harus langkah sebagai lender of last resort.
Menjaga stabilitas sistem keuangan karena itu tugas utama bank sentral. Perjanjian EC (Pasal 105, ayat 5) jelas memberikan bagian dalam tanggung jawab atas stabilitas keuangan dengan Sistem Bank Sentral Eropa dan juga beserta Bundesbank.
Fungsi bank sentral:

• implementing monetary policy melaksanakan kebijakan moneter
• determining Interest rates menentukan tingkat suku bunga
• controlling the nation’s entire money supply mengendalikan jumlah uang beredar seluruh bangsa
• the Government’s banker and the bankers’ bank (“lender of last resort”) Pemerintah bankir dan bank bankir ‘(“lender of last resort”)
• mengelola negara valuta asing dan cadangan emas dan Pemerintah saham register
• regulating and supervising the banking industry mengatur dan mengawasi industri perbankan
• menetapkan suku bunga resmi – digunakan untuk mengelola baik inflasi dan negara nilai tukar – dan memastikan bahwa tingkat ini berlaku melalui berbagai mekanisme kebijakan

Selasa, 22 November 2011

Biaya produksi dalam perusahaan


Pengertian biaya produksi

Biaya produksi adalah biaya yang terjadi pada fungsi produksi, dimana fungsi produksi merupakan fungsi yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Menurut mulyadi (2000:18), biaya produksi membentuk harga pokok produksi, yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk jadi dan harga pokok produk yang pada akhir periode akuntansi masih dalam proses. Secara garis besar, cara memproduksi produk dapat dibagi menjadi dua macam: produksi atas dasar pesanan, mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok pesanan (job order cost method) dan produksi massa, mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok proses (process cost method).


Pengendalian Biaya

Nasehatun (1999:214) mengatakan bahwa pengendalian biaya berarti serangkaian langkah-lankah mulai dari penyusunan satu rencana biaya sampai kepada tindakan yang perlu dilakukan jika terdapat perbedaan yang sudah ditetapkan (rencana) dengan yang sesungguhnya. Pengendalian biaya dapat dibagi dalam empat langkah, sebagai berikut:
a.       mencari dasar-dasar dan menetapkan standar untuk biaya;
b.      membandingkan antara biaya standar dengan biaya yang sesungguhnya;
c.       mencari dan menentukan bagian organisasi perusahaan ataupun diluarnya yang bertanggung jawab atas adanya penyimpangan, dan
d.      melakukan tindakan untuk mengurangi atau mengakhiri penyimpangan.
Pengendalian biaya yang efektif berarti pengendalian biaya dalam waktu yang sangat pendek, tetapi karena tidak dilakukan secara hati-hati dan cermat serta kurang melihat rangkaian jangka panjang bagi perusahaan, hasil dari penekanan biaya itu tidak lama. Pengendalian biaya mencakup satu pekerjaan bimbingan dan pengarahan atas unsur biaya dari barang yang dihasilkan. Pengendalian biaya pada satu tahap dalam prosesnya, akhirnya akan membandingkan antara biaya standar dengan biaya yang sesungguhnya.

Tabel 1 Perbandingan Antara Pengendalian Biaya Dan Penekanan Biaya
Pengendalian biaya
Penekanan biaya
1.            Mempertahankan biaya pada standar yang telah ada
1.            Mau menurunkan biaya dan mengusahakan penurunan
2.            Standar merupakan sasaran
2.            Standar masih diragukan
3.            Terbatas pada kegiatan-kegiatan yang ada standarnya
3.            Meliputi semua bagian perusahaan
4.            Mencoba mencapai biaya yang terendah menurut keadaan tertentu
4.            Tidak ada keadaan yang tetap, dan terus mencoba penurunan biaya
5.            Tanpa akhir
5.            Dapat berakhir
Sumber : Nasehatun ( 1999:215 )


Hal – Hal Yang Diperlukan Dalam Pengendalian Biaya
Terdapat dua hal yang diperlukan dalam pengendalian biaya yaitu :
  
1.      Tempat pertanggungjawaban organisasi pada pembukuan
Tempat pertanggung jawaban itu dapat merupakan satu departemen, asal dipenuhi syarat pokoknya, yaitu ada orang yang bertanggung jawab. Tiap tempat pertanggung jawaban boleh dipecah-pecah lagi atas tempat biaya lebih kecil, dengan dipergunakannya cara ini, semua biaya baik standar maupun sesungguhnya dapat ditelusuri ke bagian organisasi yang paling kecil, dimana masih terdapat satu pertanggung jawaban. Kebutuhan penelusuran kebagian-bagian kecil organisasi itu digabungkan dengan sistem pembukuan yang berlaku, yaitu dengan menciptakan catatan atau bentuk laporan yang sesuai.

2.      Penggunaan biaya standar

a.       Biaya standar dan macam-macam standar
Biaya standar adalah biaya yang ditetapkan lebih dahulu setelah mempertimbangkan semua faktor yang menentukan dan setelah mengadakan penilaian atas hal-hal yang mungkin menyebabkan perubahan baik dalam jumlah maupun harga dari bahan-bahan, tenaga kerja dan jasa-jasa lain yang diperlukan.
Biaya ini merupakan sasaran dan digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi. Biaya standar berbeda dengan biaya yang ditaksir (estimated cost). Biaya standar menunjukkan biaya yang seharusnya, sedangkan yang ditaksir biasanya mengandung unsur cara perhitungan biaya yang baik.
Biaya standar biasanya digunakan untuk bahan langsung dan tenaga kerja langsung. Untuk biaya tidak langsung (biaya overhead), standar tidak disiapkan untuk satu satuan hasil produksi, tetapi untuk seluruh jumlah produksi yang meliputi jangka waktu tertentu.
Terdapat tiga macam standar yaitu : (1) standar dasar, (2) standar teoritis, (3) standar yang dapat dicapai.
1)      Standar dasar
Standar ini adalah tetap,dan merupakan dasar dalam memperbandingkan antara biaya sesungguhnya selama beberapa tahun. Tujuan memperbandingkan untuk melihat trend. Standar ini jarang dipergunakan.
2)      Standar teoritis
Standar teoritis ini adalah standar efisiensi yang maksimum. Dengan menggunakan standar ini, akan diketahui biaya minimum yang bisa dicapai, dalam pengertian teknis yang paling ketat.
3)      Standar yang dapat dicapai
Standar ini adalah standar yang dapat dicapai dalam keadaan kerja yang sesungguhnya. Standar ini diadakan berdasarkan kemampuan perusahaan sekarang, atas dasar tingkat prestasi yang mau dicapai oleh pimpinan perusahaan. Tiga penyimpanan negatif atas standar ini berarti ketidak efisienan, kecuali ada faktor-faktor diluar kekuasaan perusahaan.

b.      Menetapkan standar

Ada tiga langkah dalam menetapkan standar, yaitu sebagai berikut:
a)      mempelajari dan menetapkan spesifikasi dan metode produksi. Yang dipergunakan adalah metode yang paling efisien. Dengan mempelajari metode itu, akan ditemukan standar yang diperlukan baik tentang bahan, cara pengerjaan dan tenaga yang diperlukan.
b)      penetapan harga bahan dan upah buruh langsung.
c)      penetapan biaya standar, yaitu jumlah standar di kalikan dengan harga standar.

c.       Analisis penyimpangan dan tindakan perbaikan

Yang dimaksud dengan penynimpangan adalah perbedaan antara biaya standar dan biaya yang sesungguhnya, bisa positif ataupun negatif. Ada tiga macam penyimpangan yang dapat terjadi yaitu :
a)      Penyimpangan dalam jumlah dan harga bahan;
b)      Penyimpangan dalam jumlah dan tingkat upah; dan
c)      Penyimpangan dalam biaya overhead.


SUMBER :

PASAR DAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN MODERN


1. PASAR

Pasar suatu mekanisme dimana pembeli dan penjual berinteraksi untuk menentukan harga dan pertukaran barang dan jasa.
Ekuilibrium Pasar – keseimbangan diantara seluruh penjual dan pembeli yang berbeda,  keseimbangan permintaan dan penawaran, menghasilkan:
      Harga ekuilibrium
      Kuantitas ekuilibrium 


EKONOMI PASAR

Ekonomi Pasar (market economy) - mekanisme yang mengkoordinasi masyarakat, aktivitas, dan bisnis melalui sistem harga dan sistem pasar.
      Pasar tidak dibentuk siapapun
      Tidak ada individu atau organisasi yang bertanggungjawab atas produksi, konsumsi, distribusi dan penentuan harga
      Harga menjadi “sinyal” bagi produsen dan konsumen untuk mengambil keputusan 


 Solusi terhadap Problema Ekonomi

WHAT
      Ditentukan oleh setiap Rp pengeluaran konsumen dalam keputusan membeli
      Firm dimotivasi oleh keinginan memperoleh profit maksimum
HOW
      Ditentukan oleh kompetisi diantara produsen
      Produsen mengadopsi metode produksi yang paling efisien à biaya minimum
FOR WHOM
      Ditentukan oleh kuantitas dan harga faktor


2. PERDAGANGAN,UANG DAN MODAL

Perekonomian modern dicirikan :
       Jaringan perdagangan yang semakin rumit serta semakin tergantung pada spesialisasi dan pembagian kerja
       Peran uang sebagai lubricant of exchange semakin besar
       Penggunaan modal dalam industri modern semakin meluas 

Spesialisasi & Pembagian Kerja
       Spesialisasi­ sejalan penggunaan metode produksi yang membutuhkan keahlian khusus
       Spesialisasi memungkinkan seseorang atau negara berkonsentrasi pada komoditi tertentu.
       Perdagangan yang didasarkan pada spesialisasi akan menguntungkan seluruh pelakunya
       Pembagian kerja – pembagian produksi dalam unit-unit kecil yang lebih terspesialisasi 

Globalisasi
       Meningkatnya integrasi ekonomi antar negara à pertumbuhan aliran barang, jasa dan modal melewati batas negara.
       Komponen globalisasi:
1.     Share ekspor & impor terhadap GDP­ sejalan dengan pe¯ biaya transportasi & komunikasi serta berkurangnya hambatan perdagangan
2.    Pasar uang semakin terintegrasi à capital semakin mobil 

Dampak Negatip
       Integrasi ekonomi -  produksi domestik digantikan produksi LNà pengangguran­ & profit¯ bahkan hilang.
       Integrasi finansial à resiko krisis finansial 


3. PERAN PEMERINTAH DALAM EKONOMI PASAR

Intervensi pemerintah diperlukan untuk mengatasi kegagalan pasar (market failure):
          Inefisiensi karena monopoli, eksternalitas, barang publik
          Ketidakmerataan pembagian pendapatan & kekayaan
          Problema makro: inflasi & pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi rendah/lambat 

Bentuk Intervensi
  1. Meningkatkan efisiensi dengan menciptakan kompetisi, pengendalian eksternalitas, dan penyediaan barang publik
  2. Meningkatkan pemerataan dengan perpajakan dan pengeluaran à redistribusi 
  3. Menjamin tercapainya stabilitas makro dan mendorong pertumbuhan  
 
SUMBER :